Tata Cara Ziarah saat Lebaran Idul Fitri dan Bacaan Doanya

6 days ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Saat Hari Raya Idul Fitri, banyak umat Islam melakukan ziarah kubur ke makam orang tua, keluarga, maupun para wali atau ulama.

Tata cara ziarah kubur Lebaran sama seperti ziarah pada waktu-waktu lainnya, yaitu diawali dengan niat ikhlas untuk mendoakan ahli kubur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan ziarah kubur seakan menjadi salah satu tradisi yang biasa dilakukan umat Islam saat Lebaran. Ziarah kubur menjadi cara untuk merenung, berdoa, dan mengingat tentang kematian yang pasti akan datang.

Rasulullah Saw juga menganjurkan umat Islam untuk ziarah kubur, sebagaimana sabdanya ada dalam hadis riwayat Hakim.

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً

Artinya: "Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah)."

Tata cara ziarah kubur saat Lebaran

Berikut tata cara ziarah kubur saat Lebaran yang dilengkapi bacaan serta adabnya.

1. Ucapkan salam

Ketika peziarah tiba di makam, dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada ahli kubur terlebih dulu. Rasulullah Saw memberikan contoh dengan mengucapkan salam ketika berada di makam para syuhada di Uhud.

Salam tersebut menunjukkan penghormatan dan diyakini dapat didengar oleh arwah yang ada di dalam kubur. Berikut bacaan salam yang bisa dilafalkan:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Assalamu'alaikum dara qaumin mu'minin wa atakum ma tu adun ghadan mu ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun.

Artinya: "Assalamualaikum. Hai, tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan insya Allah kami akan menyusul kalian."

2. Membaca istigfar

Setelah mengucapkan salam, disunnahkan untuk membaca kalimat istigfar sebagai permohonan ampunan untuk diri sendiri dan orang yang telah meninggal:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astagfirullah hal adzim alladzi la illaha illa huwal hayul qoyyumu wa atubu ilaihi.

Artinya: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."

3. Membaca surat pendek

Dalam Islam, disunnahkan membaca surat-surat pendek Al Quran saat ziarah kubur, antara lain:

  • Surat Al-Fatihah (3x)
  • Surat Al-Ikhlas (3x)
  • Surat Al-Falaq (3x)
  • Surat An-Nas (3x)

4. Membaca surat Yasin

Membaca surat Yasin merupakan amalan utama saat ziarah kubur. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah Saw yang berbunyi:

"Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang meninggal [di antara] kalian." (HR Abu Dawud)

5. Membaca doa ziarah kubur

Setelah membaca surat Yasin, dilanjutkan dengan membaca doa ziarah kubur.

6. Tidak duduk di atas kuburan

Islam mengajarkan untuk menghormati kuburan dengan tidak duduk atau menginjaknya. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada arwah yang telah meninggal.

7. Menyiram kuburan dengan air

Terakhir, menyiram kuburan dengan air dan menaburkan bunga juga menjadi adab dalam ziarah kubur. Hal ini dilakukan untuk menjaga suasana sejuk dan teduh di area makam, seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw:

"Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw menyiram [air] di atas kuburan Ibrahim, anaknya dan meletakkan kerikil di atasnya." (HR Abu Dawud)

Bacaan doa ziarah kubur

Berikut bacaan doa ziarah kubur saat Lebaran yang dapat dibaca setelah membaca Surat Yasin dan sebelum menyiram kuburan dengan air, dalam tulisan Arab, latin, dan artinya:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummagfirlahu war hamhu wa 'aafihii wa'fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi madholahu, waghsilhu bii maa'i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aldzhu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.

Artinya: "Ya Allah, berikanlah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikan dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik, istri yang lebih baik, dan masukkanlah dia ke dalam surga. Lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkan kuburnya dan terangi dia di dalamnya." (HR Muslim)

Demikian tata cara ziarah kubur saat Lebaran Idul Fitri dan bacaan doanya. 

(avd/juh)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |