Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mengunggah foto bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa usai sahut-sahutan terkait anggaran pembangunan kapal di Tanah Air.
Trenggono memamerkan foto bareng Purbaya itu di akun Instagram miliknya @swtrenggono.
Dalam unggahan tersebut terdapat dua gambar. Yang pertama foto tangkapan layar pemberitaan yang memuat judul pengakuan Purbaya soal kemungkinan dirinya salah data terkait anggaran kapal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, foto kedua memotret kebersamaan Trenggono yang mengenakan batik berwarna coklat, duduk bersebelahan dengan Purbaya yang mengenakan setelan jas berwarna hitam dan dasi biru dalam sebuah acara. Mereka tampak duduk bersebelahan sambil tertawa.
"That's all Folks. Back to work ya," tulis Trenggono, Rabu sore (11/2).
Sebelumnya, Trenggono menyindir pernyataan Purbaya terkait sumber dana pembangunan kapal di Tanah Air. Ia meminta Menkeu untuk lebih memahami dan cerdas terkait sumber dana tersebut, yang berasal dari pinjaman luar negeri.
"Yang terhormat Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK (Inggris)," tulis Menteri KKP dalam unggahan di Instragram pribadinya, Selasa (10/2).
Tak segan, Trenggono juga menyindir Purbaya untuk menanyakan ke anak buahnya di Kemenkeu apakah anggaran yang berasal dari utang luar negeri itu sudah cair.
"Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, bener enggak itu uang kapal sudah dikucurkan?" tambahnya.
Unggahan tersebut merujuk pada pernyataan Purbaya dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia yang digelar di Jakarta, Selasa (10/2). Purbaya mendapat jawaban dari pengusaha galangan yang hadir bahwa mereka belum mendapat pesanan pengadaan kapal dari KKP.
"Berapa dari Anda yang sudah menerima order dari KKP? (Belum, jawab audiens). Kan Aneh, enggak masuk akal, uangnya gue keluarin. Ini mungkin kalian kurang aktif atau gimana nih? Kenapa KKP belum ada order (kapal) ke sana?" kata Purbaya dalam acara tersebut.
Saat itu, Purbaya menekankan pentingnya memperkuat industri galangan kapal nasional. Tujuannya, untuk bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri sejalan dengan kebutuhan peremajaan armada kapal nasional yang terus meningkat.
Kemudian, Purbayabalik merespons sindiran Trenggono. Ia mengaku sampai saat ini belum melihat adanya realisasi pemesanan kapal di galangan meski program tersebut kerap dipromosikan.
"Ya saya enggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuma cek ke (perusahan) galangan, ada enggak yang diorder, belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan, saya enggak tahu," ujar Purbaya saat ditemui di DPR RI, Rabu (11/2).
Kendati demikian, Purbaya menegaskan akan melakukan pengecekan lagi ke anak buahnya. Pasalnya, ada kemungkinan data KKP lebih akurat.
Ia juga menyinggung soal sumber pendanaan program yang meskipun berasal dari utang, tetapi skema pinjaman tetap harus melalui mekanisme di Kementerian Keuangan.
"Yang betul Pak Trenggono mungkin, saya datanya salah. Karena sebagian, katanya, uangnya ke pinjaman. Tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga kan, tetap aja," imbuhnya.
(fln/pta)
















































