Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah segera melakukan tender pembangunan 7 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, mulai dari Jawa Barat hingga Bali.
Ketujuh proyek tersebut mencakup PLTS Purwakarta, Jatiluhur, Cirata, Jatigede, Madura, Gilimanuk, dan Buleleng dengan total kapasitas 4,7 gigawatt peak (GWp).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan tender akan terlebih dahulu ditawarkan kepada perusahaan pembangkit listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim yang akan melakukan tender nantinya sesuai dengan arah Pak Presiden kami laporkan bahwa ini yang pertama adalah kita dorong IPP," kata Bahlil dalam peluncuran Program PLTS 100 GWp dilansir dari Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (25/8).
Bahlil menjelaskan proyek PLTS akan diberikan ke IPP apabila mereka mampu menawarkan harga kompetitif.
Namun, jika tak ada perusahaan swasta yang berminat ikut tender 7 PLTS tersebut, maka akan diambil alih oleh pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
"Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP. Kalau tidak kompetitif dan tidak ada yang mau, maka kita akan ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara dengan pembiayaan yang sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden yang efisien, efektif dan terjangkau," jelas Bahlil.
Berikut daftar proyek yang akan segera ditender:
1. PLTS Purwakarta di Jawa Barat, memanfaatkan lahan Bank Tanah dengan kapasitas 69 Megawatt peak (MWp)
2. PLTS Jatiluhur di Jawa Barat dengan kapasitas 1.688 MWp
3. PLTS Cirata di Jawa Barat dengan kapasitas 1.250 MWp
4. PLTS Jatigede di Jawa Barat 636 MWp
5. PLTS Madura di Jawa Timur dengan kapasitas 605 MWp
6. PLTS Gilimanuk di Bali dengan kapasitas 300 MWp
7. PLTS Buleleng di Bali dengan kapasitas 118 MWp
Sebelumnya, pemerintah telah meluncurkan Program PLTS 100 GWp yang akan dikerjakan secara masif dalam tiga tahun ke depan.
Sebagai tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS di enam provinsi, beberapa diantaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp.
Program tersebut resmi diluncurkan dan groundbreaking di Gilimanuk Bali pada Selasa lalu (25/8).
(lil/pta)


















































