Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Presiden Eksekutif BYD He Zhiqi mengunggah gambar di Weibo yang menyebut 542 model kendaraan sudah meluncur di China sepanjang Januari sampai Mei 2026, atau rata-rata 3,6 model per hari.
Unggahan menyebut itu sepadan frekuensi orang makan dalam sehari. Menurut He, gambar tersebut dikirim seorang koleganya.
Angka di unggahan tampak mencakup model bermesin bensin, bukan hanya kendaraan listrik saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekalipun Anda menanamkan 1 miliar yuan untuk satu model dan menghabiskan dua tahun atau lebih untuk pengembangan, puncak [penjualan] tidak bertahan sampai tiga bulan," tulis He, dikutip Nikkei Asia, Sabtu (22/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
He menyebut persaingan di industri otomotif brutal dan mengumpamakan pasar China sebagai gym yang menempa perusahaan.
Gambaran serupa terlihat pada 16 Juli. Setidaknya delapan pabrikan China masing-masing merilis model baru pada hari yang sama, mulai dari nama besar seperti Great Wall Motor sampai pemain lebih kecil seperti Leapmotor Technology.
Enam di antaranya memamerkan kendaraan listrik atau NEV baru maupun versi penyegaran. Media lokal menjuluki hari itu Kamis Gila, meminjam nama kampanye diskon mingguan Kentucky Fried Chicken yang viral.
Pasar menyusut
Gelombang model baru berlangsung justru saat kuenya mengecil. Penjualan mobil domestik China termasuk mobil bensin turun 21 persen secara tahunan pada semester I 2026, sedangkan NEV turun 13 persen.
Selain permintaan yang lemah, pemangkasan plafon keringanan pajak pembelian kendaraan listrik ikut berperan.
BYD sendiri tidak kebal. Penjualan kendaraan barunya sepanjang Januari sampai Juni menyusut 16 persen menjadi 1,8 juta unit, penurunan pertama untuk periode semester dalam enam tahun. Penjualan mobil penumpang listriknya turun 15 persen menjadi 860 ribu unit.
Tekanan itu terbaca di proyeksi keuangan. Great Wall memperkirakan laba bersih semester I anjlok sekitar 60 persen, Seres Group yang memproduksi merek Aito bersama Huawei memperkirakan mendapat rugi bersih, sementara Guangzhou Automobile Group (GAC) yang dimiliki negara melihat kerugiannya melebar. Kenaikan biaya baterai dan semikonduktor menambah beban.
Kondisi itu kontras dengan capaian 2025. Penjualan NEV China tumbuh sekitar 30 persen menjadi 16,49 juta unit menurut China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) yang membagikan angka ini termasuk ekspor.
Dengan penjualan kendaraan listrik naik 38 persen menjadi 10,62 juta unit atau 31 persen dari total penjualan mobil. Penjualan NEV domestik tumbuh lebih lambat, naik 20 persen menjadi 13,87 juta unit.
Di antara pabrikan China, BYD masih memimpin dengan pangsa 23 persen penjualan kendaraan listrik berbasis pengiriman pabrik menurut MarkLines, diikuti Geely Automobile 13 persen dan SAIC Motor 12 persen.
Pendiri sekaligus CEO perusahaan rintisan kendaraan listrik Nio William Li menilai pasar China sudah masuk fase berbeda.
"Kami tidak memperkirakan permintaan kendaraan domestik pulih pada paruh kedua tahun ini," kata Li di hadapan hadirin di Chongqing pada pertengahan Juni.
"Banyak rumah tangga sudah memiliki satu kendaraan," ujar dia lagi.
(fea)


















































