Baku Tembak di Lampung Utara: Buron Narkoba Tewas, 3 Polisi Terluka

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Baku tembak antara polisi dengan buron kasus kepemilikan senjata api dan narkoba terjadi di Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Selasa (25/8) sekitar pukul 02.45 WIB.

Buron yang diketahui bernama Popi Handika Purba (30) tewas dalam baku tembak tersebut. Sementara tiga anggota polisi terluka yakni Aipda Adizar, Aipda Adi Agus Candra, dan Brigpol Ariyadi.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel mengatakan kejadian bermula dari informasi mengenai keberadaan Popi yang sedang dicari polisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anggota mendapatkan informasi adanya dugaan penyalahgunaan senjata api. Tim kemudian bergerak untuk melakukan penyisiran dan pengamanan terhadap pelaku," kata Ivan.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Popi saat itu berada di teras rumah Fathul Huda bersama dua orang lainnya. Salah satu orang yang berada di lokasi diketahui merupakan Adit, kakak kandung Popi.

Petugas kemudian mendatangi lokasi dari beberapa arah. Saat mengetahui kedatangan polisi, Popi disebut berdiri dan mengambil senjata api yang diselipkan di bagian perutnya.

Polisi sempat meminta Popi menyerahkan diri. Petugas bahkan meminta Adit membantu membujuk Popi agar tidak melakukan perlawanan.

"Petugas sudah memberikan peringatan agar pelaku menyerahkan diri. Bahkan anggota juga meminta kakak kandung pelaku untuk membantu membujuk yang bersangkutan," ujar Ivan.

Namun, Popi justru mundur sembari mengarahkan senjata api kepada petugas. Ia kemudian melepaskan tiga tembakan ke arah anggota polisi.

Petugas kemudian melakukan tindakan tegas hingga terjadi baku tembak. Popi akhirnya tersungkur di teras rumah.

"Pelaku melakukan perlawanan aktif dengan menembakkan senjata ke arah anggota. Tim kemudian melakukan tindakan tegas untuk menghentikan ancaman tersebut," kata Ivan.

Popi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Maria Regina Kotabumi. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, dia tiba di rumah sakit dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Polisi menemukan luka tembak pada bagian dada kiri atas serta paha atas dekat selangkangan. Jenazah kemudian dibawa keluarga untuk dimakamkan. Keluarga juga menolak pemeriksaan lanjutan dan autopsi.

Tiga polisi terluka

Baku tembak tersebut menyebabkan tiga anggota polisi mengalami luka.

Aiptu Adizar mengalami luka tembak pada betis kaki kanan dan proyektil masih bersarang. Sementara Aipda Adi Agus Candra mengalami luka gores di pelipis kiri serta memar di bagian atas telinga kiri.

Adapun Brigpol Aryadi mengalami luka tembak pada bagian perut dengan proyektil masih bersarang. Ia kemudian dirujuk ke RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Dari lokasi kejadian, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver yang diduga milik Popi.

Selain itu, polisi menyita dua butir peluru aktif kaliber 9 milimeter dan tiga selongsong peluru kaliber 9 milimeter.

Polisi menyebut Popi merupakan daftar pencarian orang (DPO) Satresnarkoba Polres Lampung Utara. Ia juga diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran senjata api ilegal di wilayah tersebut.

Ivan mengatakan penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap keterlibatan Popi secara menyeluruh serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Baca selengkapnya di sini.

(tim/isn)

placeholder

Read Entire Article
| | | |