Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter mendukung gerakan boikot Piala Dunia 2026 yang dimainkan di Amerika Serikat karena situasi keamanan yang tak menentu.
Piala Dunia 2026 diselenggarakan di tiga negara mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. Dua tuan rumah selain AS adalah Kanada dan Meksiko.
Blatter mendukung penuh pernyataan pengacara antikorupsi Mark Pieth, yang pernah bekerja sama dengannya di FIFA. Dalam sebuah wawancara Pieth menyebut situasi keamanan AS saat ini membuat suporter ragu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa Mark Pieth benar mempertanyakan Piala Dunia kali ini," ujar Blatter yang diunggah di akun Twitter pribadinya.
Sebelumnya, Pieth menyerukan fans sepak bola agar menjauhi AS yang diklaim sedang tidak kondusif. "Bagi para suporter, hanya ada satu nasihat: jauhi AS!" ujar Pieth.
Selain itu, Pieth juga menyinggung penembakan demonstran di Minnesota oleh agen federal Amerika Serikat dalam sebuah wawancara dengan media Swiss Tages-Anzeiger. Insiden tersebut jadi salah satu alasan bagi fans untuk menghindari AS.
Lebih lanjut Pieth mengatakan, para suporter dari mancanegara bisa terancam dideportasi dari AS jika tidak berperilaku baik terhadap pihak berwenang.
Blatter sendiri pernah mengundurkan diri dari jabatan presiden FIFA pada 2015 di tengah dugaan sejumlah skandal. Posisinya kemudian digantikan Gianni Infantino yang menjabat hingga saat ini
Blatter dan mantan presiden UEFA, Michel Platini, tahun lalu dibebaskan secara definitif dari tuduhan keterlambatan pembayaran sebesar 1,8 juta euro yang dilakukan FIFA kepada Platini pada 2011.
Platini juga baru-baru ini menyinggung Infantino sebagai otokrat yang menyukai sosok kaya dan berkuasa. Kritik itu didasari hubungan dekat dengan Presiden AS Donald Trump.
(jun/jun/sry)

















































