CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 06:00 WIB
Ilustrasi paspor. (iStockphoto/kyoshino)
Jakarta, CNN Indonesia --
Paspor merupakan dokumen identitas resmi yang wajib dimiliki oleh setiap pelancong internasional. Tanpa paspor, seorang warga negara tidak hanya akan tertahan di pintu imigrasi negara tujuan, tetapi juga bakal kesulitan memesan tiket transportasi maupun reservasi akomodasi di luar negeri.
Secara teknis, tidak ada aturan global yang mewajibkan penentuan warna tertentu untuk sampul paspor. Setiap negara memiliki kebebasan penuh untuk memilih warna yang merepresentasikan identitas nasionalnya.
Syarat utamanya berkisar pada ketahanan fisik: bahan paspor harus bisa ditekuk, tahan terhadap rentang suhu ekstrem -10 hingga 50 derajat Celsius, serta tahan kelembapan udara hingga 95 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski setiap negara bebas memilih, fakta menunjukkan bahwa seluruh negara di dunia hanya menggunakan empat warna dasar paspor: merah, biru, hijau, dan hitam.
Makna dan Klasifikasi 4 Warna Paspor Dunia
Vice President of Marketing Arton Capital, lembaga pengelola basis data Passport Index, Hrant Boghossian, mengonfirmasi bahwa variasi warna sampul paspor di seluruh dunia pada dasarnya terbagi ke dalam empat kelompok warna utama dengan pertimbangan historis, geografis, hingga politik:
- Merah: Banyak digunakan oleh negara-negara di kawasan Benua Eropa. Terdapat beberapa pengecualian, seperti Kroasia serta Inggris yang beralih warna pasca-Brexit.
- Hijau: Umumnya diidentikkan dengan negara-negara mayoritas Muslim-seperti Indonesia, Arab Saudi, dan Maroko-serta beberapa negara di wilayah Afrika Barat.
- Biru: Secara umum digunakan oleh negara-negara yang dikategorikan sebagai kawasan 'Dunia Baru', seperti Amerika Serikat dan negara-negara di kawasan Karibia.
- Hitam: Menjadi warna paling langka yang digunakan oleh beberapa negara seperti Irak, Selandia Baru, serta sejumlah negara Afrika meliputi Kongo, Botswana, dan Zambia.
Berbeda dengan tampilan luar yang cenderung formal dan seragam, lembaran dalam paspor tiap negara kerap dirancang penuh kejutan artistik untuk menonjolkan kebudayaan dan keunggulan nasional.
Paspor Indonesia, misalnya, menampilkan ilustrasi kekayaan alam dan kekayaan budaya Nusantara di setiap halamannya. Sementara itu, negara-negara seperti Kanada, Inggris, Amerika Serikat, China, dan Norwegia menyematkan karya seni "rahasia" yang baru akan terlihat secara visual jika dipaparkan di bawah sinar ultraviolet (UV).
Keunikan lain dapat dijumpai pada paspor Finlandia. Halaman dalam paspor negara Nordik ini dirancang layaknya animasi stop motion-gambar seekor rusa akan tampak bergerak berlari apabila lembaran halamannya dibalik secara cepat.
(wiw)


















































