7 Sekolah Kedinasan Tanpa Tes Fisik Ala Militer dalam Seleksi Masuknya

2 hours ago 7

CNN Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 07:05 WIB

Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) Berikut daftar sekolah kedinasan tanpa tes fisik ala militer dalam proses seleksi masuk untuk kamu pertimbangkan. (Foto: Instagram/@infobmkg)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap sekolah kedinasan memiliki karakteristik seleksi yang berbeda, termasuk persyaratan akademik, kesehatan, psikotes, hingga kebugaran.

Namun, beberapa calon peserta kurang percaya diri dengan kemampuan fisiknya. Berikut sekolah kedinasan tanpa tes fisik berat dalam proses seleksi masuknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak semua sekolah kedinasan menerapkan tes fisik berat seperti lari jarak jauh, push-up, atau rangkaian ketahanan tubuh. Beberapa sekolah lebih mengutamakan kemampuan akademik, logika, psikologi, kesehatan umum, dan wawancara.

Meski demikian, peserta tetap perlu memperhatikan persyaratan kesehatan atau kebugaran yang mungkin diberlakukan oleh masing-masing institusi. Lantas, apa saja pilihan sekolah kedinasan tanpa tes fisik berat? Simak penjelasannya.

Sekolah kedinasan tanpa tes fisik

Dikutip dari Badan Kepegawaian Negara (BKN RI), berikut sekolah kedinasan tanpa tes fisik dalam proses seleksi masuk untuk kamu pertimbangkan.

1. Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)

Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) merupakan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Keuangan yang berfokus pada pendidikan di bidang keuangan negara. Lulusannya dapat berkarir di berbagai instansi pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara.

PKN STAN menjadi salah satu pilihan sekolah kedinasan tanpa tes fisik berat karena seleksinya lebih berfokus pada kemampuan akademik dan intelektual. Tahapannya mencakup seleksi administrasi, tes potensi akademik, Bahasa Inggris, psikotes, hingga wawancara.

2. Politeknik Statistika STIS

Politeknik Statistika STIS berada di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) dan berfokus pada bidang statistik serta pengolahan data. Kemampuan matematika dan analisis menjadi bagian penting dalam proses seleksinya.

Peserta akan melalui seleksi administrasi, SKD, tes matematika, psikotes, wawancara, dan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan tersebut berbeda dengan tes fisik berat yang umum ditemukan pada sekolah kedinasan berbasis militer.

3. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun

PPI Madiun merupakan sekolah kedinasan di bidang perkeretaapian yang berada di bawah Kementerian Perhubungan. Seleksinya lebih banyak mempertimbangkan kemampuan akademik dan kondisi kesehatan peserta.

Meski terdapat persyaratan kebugaran dan kesehatan, seleksinya tidak berorientasi pada kemampuan fisik ekstrem seperti akademi militer. Persyaratan tinggi badan juga perlu diperhatikan, yakni minimal 165 cm untuk laki-laki dan 160 cm untuk perempuan.

4. Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD)

PTDI-STTD menawarkan pendidikan di bidang transportasi darat, termasuk manajemen transportasi jalan, transportasi darat, teknologi rekayasa otomotif, dan perkeretaapian.

Tahapan seleksinya dapat meliputi tes potensi akademik, psikotes, kesehatan, kebugaran jasmani, dan wawancara. Jadi, meskipun bukan sepenuhnya tanpa tes fisik, tingkat kebugarannya tidak identik dengan seleksi sekolah kedinasan semi-militer.

5. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)

STMKG berada di bawah BMKG dan mempersiapkan tenaga profesional di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, serta instrumentasi. Seleksinya mencakup administrasi, SKD, SKB, tes kebugaran, dan wawancara.

Tes kebugaran tetap perlu dipersiapkan calon peserta. Namun, fokus pendidikan dan seleksi STMKG lebih berkaitan dengan kompetensi akademik serta bidang keilmuan yang dibutuhkan BMKG.

6. Politeknik Imigrasi (Poltekim)

Politeknik Imigrasi atau Poltekim merupakan institusi pendidikan kedinasan di bidang keimigrasian. Lulusannya dapat ditempatkan pada berbagai unit kerja keimigrasian di Indonesia.

Calon peserta perlu memperhatikan persyaratan fisik, termasuk ketentuan tinggi badan. Minimal tinggi badan yang dipersyaratkan adalah 170 cm untuk laki-laki dan 160 cm untuk perempuan.

Karena itu, Poltekim lebih tepat dipahami sebagai pilihan dengan seleksi fisik yang tidak seberat sekolah berbasis militer, bukan sekolah yang sepenuhnya bebas tes fisik.

7. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi LAN (STIA LAN)

STIA LAN berfokus pada bidang administrasi publik dan pengembangan kompetensi aparatur. Seleksi lebih menitikberatkan pada persyaratan administrasi akademik, tes tertulis, psikotes, dan wawancara.

Tidak terdapat pola seleksi fisik ala militer seperti baris-berbaris atau rangkaian ketahanan tubuh berat. Pilihan ini dapat dipertimbangkan bagi calon peserta yang tertarik dengan administrasi publik dan ingin menghindari seleksi fisik yang menguras tenaga.

Demikian beberapa sekolah kedinasan tanpa tes fisik yang bisa dipertimbangkan. Meskipun begitu, sejumlah institusi tetap dapat menerapkan pemeriksaan kesehatan atau tes kebugaran.

Oleh sebab itu, calon peserta sebaiknya selalu mengecek pengumuman resmi masing-masing sekolah sebelum menentukan pilihan dan mempersiapkan diri.

(gas/fef)

placeholder

Read Entire Article
| | | |